Rabu, 25 November 2020

Renungan Rohani Kristen Menghitung Hari


RENUNGAN HARIAN
Menghitung Hari
Bacaan: Mazmur 90:1-17
“Sungguh, segala hari kita berlalu gara-gara gemas-Mu, kita menghabiskan tahun-tahun kita seperti keluh. Masa hidup kita tujuh puluh tahun dan jika kita kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; gara-gara berlalunya buru-buru, dan kita melayang lenyap. Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan risau kepada gemas-Mu? Ajarlah kita menghitung hari-hari kita sedemikian, hingga kita memperoleh hati yang bijaksana.”
Mazmur 90:9-12
Renungan Harian Menghitung Hari Mazmur 90:1-17
karyaone.co.id
Tanpa kita sadari, hari-hari yang kita lalui berlalu begitu cepat. Mungkin tanpa disadari kala ini kita sudah punya keluarga bahkan diberkati didalam pekerjaan. Bagi pelajar atau mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan, bisa saja hari-hari yang dilalui merasa begitu berat namun berlalu begitu cepat. Ketika beranjak tambah dewasa, tanpa disadari banyak kenangan-kenangan indah yang sering kali keluar di kesimpulan kita bahkan tak sedikit penyesalan yang muncul. Terkadang banyak pertanyaan yang keluar didalam kesimpulan kita “Mengapa hari yang aku lalui mampu secepat ini? Rasanya baru tempo hari aku semester 1 namun sekarang sudah harus menyusun skripsi.”
“Rasanya baru tempo hari aku memperoleh pekerjaan ini namun tak merasa sekarang aku sudah bekerja disini nyaris 1 tahun.”
 Atau bisa saja tetap banyak kembali pemikiran-pemikiran yang tiba-tiba keluar dan seringkali justru dipertanyakan.
Hari-hari yang kita lewati memang berlangsung begitu cepat hingga terhadap selanjutnya Ia memanggil kita dan kita pun harus kembali ke Rumah Bapa di Sorga
“Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata:
"Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun mirip seperti hari kemarin, bila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di kala malam. Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di kala pagi berkembang dan bertumbuh, di kala petang lisut dan layu.”
 Mazmur 90:3-6. Sebelum kita dipanggil olehNya, apakah hidup yang kita jalani ini sudah kita lakukan bersama benar supaya tidak ada penyesalan kelak?
Hari-hari yang dilalui oleh kita sebagai manusia sungguh singkat. Namun, banyak satu satu diantara kita yang tidak mensyukuri hari-hari yang dilalui tersebut. Kita tetap lakukan kesalahan atau tetap banyak dambaan kita yang belum terwujud.
Terkadang tetap banyak terhitung satu satu diantara kita yang belum mensyukuri hidup ini. Banyak satu satu diantara kita yang tetap suka mengeluh dan bersungut-sungut bahkan tanpa disadari hidup yang dijalani tidak ia nikmati gara-gara dihabiskan bersama bersungut-sungut. Penyesalan selamanya datang terlambat. Oleh gara-gara itu, sebelum saat kita menyesal, jalanilah hari-hari ini bersama baik gara-gara hari yang sudah berlalu tidak mampu kita kembali lagi. Jika penyesalan itu sudah muncul, maka hilangkanlah penyesalan itu bersama tindakan kita di hari ini supaya kelak tidak ada penyesalan lagi. Penyesalan yang kita rasakan cuma bakal menyebabkan hidup kita terbebani supaya kita susah untuk bersyukur kepadaNya.
Baca Juga : Air Hidup bacaan Kristen
Hari-hari yang tetap mampu kita lewati terhadap kala ini merupakan anugerah yang sudah Allah beri tambahan mampu dikatakan bahwa itu merupakan kesempatan yang tetap Allah percayakan untuk kita. Hari-hari yang kita lewati haruslah kita jalani bersama hidup yang baik dan benar seturut bersama kehendakNya.
Selain itu, hari-hari yang kita lewati haruslah disyukuri dan dinikmati supaya kelak tidak ada penyesalan yang kita alami. Jika terhadap kala ini, anda tetap belum bersyukur atas kehidupan yang tengah anda jalani, cobalah untuk mensyukurinya gara-gara kesempatan hidup yang Tuhan beri tambahan cuma satu kali. Bahkan aku dulu mendengar kata-kata jika seseorang menginginkan mensyukuri kehidupannya maka ia harus berasumsi kehidupan yang tengah dijalaninya terhadap hari ini merupakan kehidupan yang terakhir. Oleh gara-gara itu, hitunglah hari-hari yang sudah lewati hingga kala ini. Menghitung hari bermakna kita terhitung menghitung kasih dan berkat yang Allah beri tambahan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar